Kesenjangan Digital

 

Sumber : GSMA 

A. Konsep dari kesenjangan digital 

    Konsep “kesenjangan digital” (digital divide) pertama kali diperkenalkan dalam laporan The National Telecommunication and Information Administration (NTIA)—sebuah badan pemerintah federal AS yang mengurusi bidang telekomunikasi dan informasi. Laporan tersebut memilah warga negara ke dalam dua kelompok: mereka “yang memiliki” dan “tak memiliki” akses pada teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Kesenjangan digital, sebagaimana ditambahkan Steyn & Johnson (2011), tidak hanya berhubungan dengan akses fisik (baca: infrastruktur). Kesenjangan digital juga berhubungan dengan kesenjangan dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, gender, etnisitas, geografis, dan demografis.

    Kesenjangan digital merupakan kondisi dimana terdapat adanya kesenjangan pada masyarakat mengenai pengetahuan dan juga kemampuan dalam mengakses segala bentuk teknologi informasi dan komunikasi.

    Kesenjangan digital tetap menjadi persoalan meskipun pada negara maju dengan masyarakat yang mayoritas sudah paham penggunaan dan pemanfaatan teknologi. Pada negara dunia ketiga, khususnya Indonesia, kesenjangan digital pada masyarakat tentu dapat dirasakan.

B. Penyebab terjadinya kesenjangan digital

    Menurut Ariyanti (2013) pada penelitiannya Ariyanti menyatakan bahwa terdapat berbagai macam faktor yang menyebabkan terjadinya kesenjangan digital. Faktor yang pertama yaitu infrastruktur, minimnya ketersediaan fasilitas pendukung dalam penggunaan teknologi dan akses internet dapat menyebabkan terjadinya kesenjangan digital. Di Indonesia rendahnya angka ketersediaan ataupun pembangunan infrastruktur TIK rata-rata datang dari daerah timur seperti Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Papua (Ariyanti, 2013).

Faktor yang kedua yaitu skill, tidak hanya keberadaan komputer dan akses internet yang dibutuhkan untuk mengakses atau menyebarkan suatu informasi, namun skill atau kemampuan seseorang dalam menggunakannya juga dibutuhkan agar keberadaan komputer dan ketersediaan akses internet dapat dipergunakan secara maksimal. Rendahnnya angka literasi penggunaan komputer dan internet di Indonesia terjadi di daerah Papua, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur (Ariyanti, 2013). 

    Faktor yang ketiga yaitu bahasa pada sebuah konten yang disajikan di internet, masyarakat rural cenderung mengalami kesulitan dalam memahami konten atau informasi yang ada di internet karena kendala bahasa, masyarakat rural akan lebih mudah memahami informasi atau konten di internet yang berbahasakan Indonesia. Hal ini terjadi karena tingkat pendidikan masyarakat rural tergolong cukup rendah untuk memahami informasi yang terdapat dalam suatu konten yang berbahasa asing, seperti hasil data yang dikemukakan oleh BPS Kecamatan Kejajar (2010) terkait rendahnya tingkat pendidikan di Desa Dieng Wetan, dari 1844 jiwa hanya sekitar 246 atau 11,33% masyarakatnya yang melanjutkan jenjang pendidikannya sampai SMA ataupun peruguruan tinggi.

     Faktor yang keempat yaitu kurang efisiennya pemanfaatan internet dimana seseorang yang sudah memiliki komputer serta akses internet akan tetapi mereka mengalami kebingungan.

C. Dampak positif dan negatif kesenjangan digital


Sumber:jurgenirgo.wordpress.com

-Dampak Positif

    Dengan menggunakan berbagai media, peralatan telekomunikasi dan komputer canggih, Teknologi Informasi akan terus berkembang dan mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan dan peradaban umat manusia di seluruh dunia. Kemajuan peradaban manusia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad informasi ini telah memudahkan manusia berkomunikasi antara satu dengan lainnya. Menurut Sekarningsih 2012, 9 dampak positif kesenjangan digital adalah: Bagi sebagian orang yang belum mengenal atau menerapkan teknologi adalah masyarakat dapat termotifasi untuk ikut ambil bagian dalam peningkatan teknologi informasi.

-Dampak Negatif

    Kemajuan Teknologi Informasi itu terlahir dari sebuah kemajuan zaman, bahkan mungkin ada yang menolak anggapan, semakin tinggi tingkat kemajuan yang ada, semakin tinggi pula tingkat kriminalitas yang terjadi. Menurut Yulfitri 2008, dampak negatif kesenjangan digital adalah: Bagi mereka yang mampu menghasilkan teknologi dan sekaligus memanfaatkan teknologi memiliki peluang lebih besar untuk mengelola sumber daya ekonomi, sementara yang tidak memiliki teknologi harus puas sebagai penonton saja. Akibatnya yang kaya semakin kaya dan yang miskin tetap miskin. Dampak negatif kesenjangan digital membuat kejahatan mayantara Cyber crime menjadi bentuk kejahatan yang relatif baru apabila dibandingkan dengan bentuk-bentuk kejahatan lain yang sifatnya konvensional street crime.

D. Solusi mengurangi kesenjangan digital

    Pembangunan infrastruktur secara merata di seluruh daerah Indonesia sehingga setiap masyarakat mendapat kesetaraan informasi, apa yang didapatkan oleh masyarakat kota juga didapatkan oleh masyarakat desa. Pembangunan Wartel dan Warnet adalah langkah paling umum yang bisa diambil oleh pemerintah daerah. Kedua fasilitas ini memainkan peranan penting dalam mengurangi digital divide dan secara berkelanjutan memperluas jangkauan telekomunikasi dan Internet, baik di daerah kota maupun desa.

    Kerjasama antara pemerintah dengan sektor swasta dalam mempercepat pembangunan infrastruktur juga dapat mengurangi kesenjangan digital. Kerjasama ini mengurangi beban berat anggaran pemerintah sehingga pemerintah dapat berkonsentrasi pada bidang-bidang yang lebih membutuhkan perhatian sedangkan peran pemerintah ada dalam penyediaan prasyarat-prasyarat agar sektor TIK dapat berkembang dengan baik.

    Selain penyuluhan, pemerintah juga perlu mengadakan program bersama untuk seuruh masyarakat Indonesia agar meningkatkan kualitas Bahasa inggris yang mereka miliki sehingga masyarakat Indonesia mendapatkan informasi lebih maksimal

Comments

Popular posts from this blog

Arsitektur Web dan Aplikasi Utama

Penulisan Games

Demokrasi Era Digital