Perusahaan Lokal dan Internasional
Perusahaan Lokal
1. PT. Pindad
PT Pindad, sebagai industri pertahanan,
mempunyai visi menjadi produsen alat pertahanan terkemuka di Asia melalui upaya
inovasi produk dan kemitraan strategis. Kami memiliki sumberdaya yang memadai
profesional dan terus mengembangkan kemampuan untuk menghasilkan produk
berkualitas. Kami tidak pernah berhenti berinovasi untuk menghasilkan produk
yang dibutuhkan oleh pengguna. Kepercayaan terhadap produk kami merupakan
penghargaan atas dedikasi, loyalitas dan inovasi yang kami hasilkan secara
terus menerus.
Penghasilan Pertahun :
Pendapatan PT Pindad tahun 2018 lampaui
target. “Di 2018 pendapatan kami di atas target RKAB (Rencana Kerja Dan
Anggaran Biaya). Revenue kami Rp 3,2 triliun,
Ekspor Pindad tahun 2019 diklaimnya naik, kendati tidak dirincinya. “Hampir 12 persen naiknya dari tahun sebelumnya,” kata Abraham.Porsi pendapatan dari lini alutsista diklaimnya terus naik. Lini industri juga menanjak. “Dari pertahanan naik, industrial cukup bagus, kurang lebih (mencapai pendapatan) hampir Rp 1 triliun.
Penghasilan Terbesar Produk PT. Pindad :
Penghasilan terbesar produk Pindad adalah Alutsista, Pindad aktif memproduksi berbagai alutsista untuk kebutuhan TNI, Polri dan juga telah mengekspor sejumlah produk unggulannya seperti amunisi, senjata dan Alutsista lainnya.
Karakteristik
PT Pindad (Persero) sejak berdiri tahun 1983 telah memproduksi berbagai jenis senjata mulai dari senjata laras panjang, senjata genggam, pistol, dan lainnya. Setiap produksi diutamakan untuk menyuplai kebutuhan peralatan pertahanan dan keamanan nasional serta untuk memenuhi pemesanan dari pihak lain. Bukan hanya senjata PT. Pindad juga memproduksi kendaraan khusus,amunisi,alat berat
2. ASTRA
PT Astra International - Honda adalah salah
satu perusahaan Astra International yang bergerak di bidang operations dengan
produk sepeda motor Honda. Didirikan pada tahun 1970, dengan nama Honda
Division, Astra Motor dahulu merupakan main distributor sepeda motor Honda.
Penghasilan Pertahun :
PT Astra International Tbk (ASII) membukukan pertumbuhan pendapatan 19,60% pada semester pertama 2021. Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2021, Astra International membukukan pendapatan Rp 107,39 triliun. Laba bersih ASII mencapai Rp 8,83 triliun. Keuntungan semester pertama tahun ii turun 22,38% dibandingkan semester pertama tahun lalu senilai Rp 11,38 triliun.
Pada Juni 2020, laba bersih ASII mencapai Rp 11,4 triliun karena memasukkan laba penjualan Bank Permata (BNLI). Tanpa memasukkan keuntungan penjualan tersebut, laba bersih Grup Astra hanya Rp 5,49 triliun. Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, kinerja Astra International di paruh pertama tahun ini sesuai ekspektasi. Menurut dia, stimulus PPnBM mendorong kinerja sektor otomotif ASII.
Penghasilan Terbesar Produk :
Pada pos pendapatan, sektor otomotif menjadi kontributor utama perusahaan dengan menyumbang Rp 43,61 triliun. Kemudian disusul alat berat dan energi yang menyumbang Rp 37,31 triliun. Lalu, disusul sektor keuangan sebesar Rp 12,21 triliun dan sisanya secara berurutan dari sektor agribisnis, infrastruktur, TI, serta properti.
Karakteristik :
Astra telah mengembangkan bisnisnya dengan
menerapkan model bisnis yang berbasis sinergi dan terdiversifikasi pada tujuh
segmen usaha, terdiri dari:
-Otomotif.
-Jasa Keuangan.
-Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi &
Energi.
-Agribisnis.
-Infrastruktur dan Logistik.
-Teknologi Informasi.
-Properti.
Perusahaan Internasional
1. Grab
Grab (sebelumnya dikenal sebagai GrabTaxi)
merupakan salah satu platform layanan on demand yang bermarkas di Singapura.
Berawal dari layanan transportasi, perusahaan tersebut kini telah mempunyai
layanan lain seperti pengantaran makanan dan pembayaran yang bisa diakses lewat
aplikasi mobile
Grab mencatatkan pendapatannya sebesar US$
180 juta atau sekitar Rp 2,55 triliun pada kuartal II 2021 (kurs US$ 1 = Rp
14.182). Angka ini naik 132% dibandingkan periode yang sama tahun lalu
(year-on-year/yoy) yang sebesar US$ 77 juta.
Penghasilan Terbesar Produk :
Tercatat, pendapatan Grab paling dominan
berasal dari layanan mobilitas, seperti Grab Bike dan Grab Car yang mencapai
US$ 118 juta. Jumlah ini tercatat tumbuh 129% secara yoy. Pendapatan layanan
pengantaran mencapai US$ 45 juta atau naik 92% yoy. Sementara itu, layanan
usaha dan keuangan Grab tercatat masing-masing sebesar US$ 11 juta dan US$ 6
juta.
Adapun nilai transaksi atau gross
merchandise value (GMV) Grab meningkat 62% yoy menjadi US$ 3,9 miliar. Hal ini
salah satunya terjadi karena permintaan layanan pengiriman barang atau
GrabExpress dan pesan-antar makanan GrabFood yang melesat 58%. Selain itu,
order layanan taksi dan ojek online atau ride hailing juga meningkat 93%.
Karakteristik :
Grab tidak hanya melayani dalam bentuk transportasi tapi Grab memiliki layanan seperti GrabExpress dan pesan antar makanan.
2. Xiaomi
Xiaomi Inc.(Hanzi: 小米科技; Pinyin: Xiǎomĭ Kējì, secara harfiah "Teknologi Xiaomi",
atau "Teknologi Beras Kecil") adalah perusahaan elektronik swasta
dari Tiongkok yang berkantor pusat di Beijing dan didirikan pada 2010. Pada
awal kuartal kedua tahun 2018, Xiaomi merupakan produsen telepon cerdas
terbesar ke-4 di Dunia yang merancang, mengembangkan, dan menjual telepon
cerdas, aplikasi seluler, dan elektronik konsumen.
Penghasilan Pertahun:
Xiaomi merilis laporan finansial untuk
tahun kalendar 2021, menampilkan hasil yang dinilai memuaskan. Perusahaan
berkantor pusat di Beijing ini mencatatkan pendapatan sebesar CNY328 miliar
(Rp739,5 triliun).
Pendapatan tersebut meningkat sebesar 33,5
persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sedangkan keuntungan bersih
mencapai CNY22 miliar (Rp49,6 triliun), meningkat 69,5 persen dibandingkan
dengan tahun 2020.
Penghasilan Terbesar Produk :
Segmen smartphone menampilkan kontribusi
baik, dengan sebanyak 190,3 juta unit perangkat didistribusikan ke seluruh
dunia, 30 persen lebih banyak dibandingkan dengan tahun 2020. Di antara jumlah
unit tersebut, 24 juta unit tersebut merupakan perangkat di segmen premium,
meningkat sebesar 160 persen per tahun.
Karakteristik :
Xiaomi tidak hanya menjual dalam sektor Smartphone,tetapi Xiaomi juga menjual teknologi dalam sektor Laptop,Tws,Tv,Xiaomi Led Light dan masih banyak lagi.
Referensi:
https://www.pindad.com/
https://nasional.tempo
https://id.wikipedia.org/
https://investasi.kontan.co.id/
https://www.astra.co.id/
https://databoks.katadata.co.id/
https://id.wikipedia.org/
https://www.medcom.id/





Comments
Post a Comment